BantaengKesehatanNews

ASN Bantaeng Wajib Vaksin, Sanksi Menanti Bagi Yang Belum Vaksin

Pemerintah Kabupaten Bantaeng menunjukkan keseriusannya dalam penanganan pandemic Covid-19. Pemkab Bantaeng mewajibkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan kabupaten Bantaeng untuk mendapatkan vaksin. Bagi ASN yang belum vaksin, Pemkab Bantaeng telah menyiapkan sanksi.

Hal ini terungkap dalam menggelar rapat koordinasi OPD dan Forkopimda di Balai Kartini, Rabu, 8 Desember 2021. Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng, Dr. H. Ilham Syah Azikin, ini membahas sejumlah langkah Pemkab Bantaeng hingga akhir tahun dan mempersiapkan langkah untuk awal 2022.

Bupati Bantaeng mewajibkan semua ASN yang memenuhi syarat vaksinasi untuk mendapatkan vaksin dan telah menyiapkan sanksi bagi yang belum. Jika tidak, pemerintah akan menunda pembayaran TPP mereka, tahun ini. “Pak Kadis DPPKAD, pertimbangkan untuk menunda pembayaran TPP ASN yang belum vaksin,” kata dia.

Sebelumnya, Dr. H. Ilham Syah Azikin, telah mengeluarkan Instruksi Bupati Bantaeng Tentang Penerapan Sanksi Administratif Bagi Sasaran Wajib Vaksin Di Kabupaten Bantaeng Yang Tidak Mengikuti Vaksinasi Covid-19. Instruksi Bupati Bantaeng tersebut ditujukan pada Sekretaris Daerah, Seluruh Kepala Dinas/Badan/Bagian/Unit Kerja, dan seluruh Camat/Lurah/Kepala Desa.

Adapun sanksi bagi yang belum melakukan proses vaksinasi adalah a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, b. penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan, dan c. denda.

Instruksi Bupati Bantaeng Tentang Sanksi Bagi ASN
dan Warga Bantaeng Yang Belum Vaksin

Dr. H. Ilham Syah Azikin berharap kouta vaksinasi bisa terpenuhi hingga akhir tahun. Untuk itu mengajak kepada semua pihak untuk menyelesaikan vaksinasi hingga akhir tahun ini. Dia juga mengajak semua desa dan kelurahan untuk melakukan vaksinasi minimal tujuh orang per dusun setiap hari untuk mencapai target herd imunity.

“Sekali lagi ini bukan soal persentase jumlah vaksinasi. Ini soal bagaimana kita memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat kita,” tambahnya. Lebih lanjut Bupati Bantaeng menambahkan “Lebih baik kita berkeringat-keringat untuk vaksinasi ini. Dari pada kita berdarah-darah melihat masyarakat kita tidak bisa melakukan apa-apa, dibatasi dan perputaran ekonomi kembali tersendat karena Covid-19 di 2022 nanti,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *