BantaengEdukasiNews

Bunda PAUD Bantaeng Boyong Kepala TK Se Bantaeng Studi Tiru Ke Bandung

Pemerintah Kabupaten Bantaeng, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng memfasilitasi Pengawas Sekolah TK, Kepala Sekolah TK, dan Pengurus Pokja PAUD se Kabupaten Bantaeng mengikuti studi tiru dan kunjungan praktik baik pengelolaan PAUD di Sekolah Alam Pelopor Al Munawwar, Rancaekek, Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 30 Mei 2023 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pengelolaan Kelompok Kerja Pendidikan Anak Usia Dini ( POKJA PAUD) dan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI),

Rombongan ini dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Bantaeng, Hj. Sri Dewi Yanti, S.Sos., M.Si didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Reny Susanty, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan belajar ini berlangsung sehari penuh, dimulai sejak pagi awal pembelajaran sampai sore hari. Para peserta melakukan pengamatan langsung aktivitas kelas, dan dilanjutkan dengan diskusi dewan guru serta pertemuan dengan perwakilan orang tua murid.

Rombongan belajar diterima langsung oleh bunda Ir. Imas Maryani, M.Pd selaku kepala Sekolah didampingi pak Nanang Ruspendi dari unit Training Manager. Menurut Ibu Imas, sekolah alam pelopor berdiri sejak tahun 2002, dan telah berhasil menerapkan kurikulum mandiri yang sering kita sebut sebagai kurikulum merdeka.

Sementara itu, Hj. Sri Dewi Yanti, selaku Bunda PAUD Bantaeng, dalam sesi belajar bersama, kembali mengingatkan kepada peserta tujuan utama kegiatan ini.

“Banyak praktik baik di sekolah ini yang bisa kita bawa dan terapkan di Kabupaten Bantaeng. Tentu dengan penyesuaian dengan lingkungan dan ekosistem sekolah masing-masing” ungkap Hj. Sri Dewi Yanti.

Pada sesi diskusi pagi bersama kepala sekolah, unit kurikulum, unit pelatihan dan pengurus orang tua siswa, sangat terlihat keseriusan ibu Hj. Sri Dewi Yanti, bertanya dan menggali banyak informasi.

Reny Susanty menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti 60 orang perserta tersebut dimaksudkan untuk dapat mengadopsi hal baik terkait tata kelola PAUD dalam penerapan kurikulum merdeka. Peserta butuh belajar langsung kepada sekolah yang telah berhasil menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid, serta telah melibatkan orang tua dan warga sekitar dalam mengelola pembelajaran.

“Praktik baik yang telah terbukti berdampak akan kita rekomendasikan untuk diadopsi dan diterapkan di sekolah-sekolah jenjang PAUD di Bantaeng. Setelah kunjungan belajar ini, semoga teman-teman di sekolah bisa langsung menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan, penerapan dari kurikulum belajar merdeka” Harap Reny Susanty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *