Gaya Hidup

BantaengBudayaLiterasi

Kala Molit Mengenang Sang Ayah

Bila tak keberatan, aku ajak untuk mengeja kembali esaiku di Bonthaina.com, berjudul “Nirwan Menuju Nirwana”. Namun, cukup penggalan paragraf ini, sebagai pemantik ingatan, “Maret 2023, tepat di bulan suci Ramadan, ia melamarku dengan mahar sejumlah dana buat melahirkan satu jenis kendaraan pustaka bergerak. Nirwan selaku pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) menggandeng Boetta Ilmoe (BI) ke pelaminan. Kami merayakan secara sederhana perkawinan ala komunitas literasi. Dari perkawinan kami, lahirlah Motor Literasi (Molit) Peradaban. Dan, itulah kamu.”

Baca Selengkapnya
Read More
BudayaJurnalisme WargaKareba

Attompolok Beja-Beja

Tepatnya Jum’at 18 Agustus 2023, sehari setelah perayaan kemerdekaan, putri kami, Shanum Asyura Macca yang lahir 21 hari sebelumnya akhirnya diakikah. Akikah memang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari umat Islam, sebagai bentuk rasa syukur atas karunia-Nya. Konon, tradisi akikah sudah ada sejak zaman jahiliyah, orang-orang sebelum Nabi Muhammad SAW., memiliki tradisi menyembelih kambing, lalu darahnya yang kesumba itu dilumuri ke kepala bayi laki-laki dengan maksud tertentu.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengBudayaEdukasiLiterasi

Accarita

Wajahnya tampak tua. Padahal usianya baru kelas akhir di sekolah dasar. Ia duduk berderet bersama anak-anak lainnya. Ragam rupa model sekumpulan anak itu. Aku berulang kali menatap, melirik, dan memandang. Sesekali bertumbuk pandang. Sekilas senyum kumekarkan. Ia pun tersenyum. Berlaksa detik kumangsa, barulah aku sadar, ternyata wajah tua si anak, tiada lebih dari sekadar tata rias, buat keperluan lomba Accarita.  

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengEdukasiGaya HidupLiterasiSejarah

Suluk Tiao

Kamis, di rentang Magrib dan Isa. Setengah lelah, menyandarkan diri di dinding depan ruko. Kursi panjang berpasangan meja. Kuangkat kaki, selonjoran di atas meja. Sesekali tenggak kopi nirmanis. Mengintip pinggir Pantai Lamalaka Bantaeng, gulita malam merintis safar. Mataku tertumbuk benda baru di depan pelataran markas Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan. Satu kendaraan berkelamin roda tiga, Motor Literasi (Molit) Peradaban.

Baca Selengkapnya
Read More
Daeng Litere'Jurnalisme WargaNewsSejarah

Tantangan dan Refleksi Bangsa dalam Momen Kelahiran Pancasila

Ilustrasi: KOKO/RADAR BANJARMASIN
(https://kalsel.prokal.co/read/news/41405-mencari-nilai-pancasila-pada-masyarakat-banjar-modern)

Mengawali Juni, tepatnya setiap tanggal 1  bangsa Indonesia merayakan Hari Lahir Pancasila dengan penuh semangat dan kebanggaan. Hari ini memperingati momen bersejarah ketika Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, secara resmi diumumkan kepada publik oleh proklamator Indonesia, Bung Karno. Perayaan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merenungkan dan menghargai nilai-nilai yang menjadi pondasi bangsa ini.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengEdukasiGaya HidupLiterasi

Molit dan Kisah Lapak Pertama

Prakariaan cuaca di Bantaeng, Sabtu, 20 Mei 2023, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, umumnya cerah berawan. Artinya, tidak terik, pun tiada hujan. Lapik ramalan cuaca memungkin menggelar lapak di tenpat terbuka. Maka selaku CEO Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan, meneguhkan diri menyelenggarakan tajuk acara, Peluncuran dan Sawala Buku Gemuruh Literasi. Bertempat di area Taman Bermain Anak Pantai Seruni Bantaeng, persisnya di depan Kopiriati Café, pukul 14.30-17.30 WITA.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengBudayaGaya HidupLiterasiSejarah

Motor Peradaban

Masih ingat atau pernah baca tulisanku berjudul, “Hore, Presidenku Datang” di Bonthaina.com? Bila belum, sebaiknya dieja. Pasalnya, terkait langsung dengan apa yang akan kutorehkan. Di tulisan itu, saya bercerita, bagaimana seorang Nirwan Arsuka, pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI), bertandang ke Bantaeng, mampir beberapa jam, sebelum melanjutkan safarinya ke Bira Bulukumba, guna mengetes Perahu Pustaka dan Budaya Anugerah Ilahi. Perahu pustaka ini, akan berlayar akhir Mei hingga Oktober, sebagai bentuk dukungan terhadap PKD (Pekan Kebudayaan Daeran) dan PKN (Pekan Kebudayaan Nasional).

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengBudayaLiterasiSejarah

Literasi Budaya Demi Pemajuan Budaya

Seorang karib, Haedir Thumpaka, bertanya via telepon pintar, di mana keberadayaan saya? Saya pun menjawab, sementara di mukim: Makassar. Lalu, ia menegaskan, sekiranya saya ada di Bantaeng. Saya pun menyatakan, sejak banjir menyerbu Makassar, saya balik ke mukim. Dan, masih di Makassar, sebab BMKG kembali merilis bakal adanya cuaca ekstrim, 20-23 Februari 2023. Sebagai warga Kota Makassar, rasa cemas menerungku, akibat rilis itu. Meskipun saya mukim di Makassar, tapi aktivitas di tanah kelahiran Bantaeng, satu dasawarsa terakhir lumayan padat, mengawal gerakan literasi. Sehingga, saya sebagai anak negeri, main dua kaki, antara Makassar-Banateng.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengSejarah

Lamalaka: Berdamai Angka 13

Kepindahan markas Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan ke Lamalaka, dilatari oleh adanya keinginan sang pemilik rumah untuk menempati atau tujuan lainnya. Selaku CEO Boetta Ilomoe-Rumah Pengetahuan, saya segera mencari markas baru. Beberapa tempat saya tandangi. Pucuknya berlabuh di ruko milik Pemda Bantaeng, berdepan-depan Pantai Lamalaka, belakangnya terdapat Stadion Mini Lamalaka. Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan menempati ruko no.6, dengan sewa lima juta per tahun, tapi sejak 2019 naik menjadi enam juta per tahun. Tahun 2023, ada penyampaian bakal naik menjadi Enam Belas Juta Dua Ratus Ribu per tahun. Alamak, bakal angkat kaki lagi.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengBudayaEdukasiSejarah

Letta: Segumpal Kenangan Penentu

Kembali ke setelan pabrik. Satu pernyataan sering diungkapkan, tatkala suatu produk ingin direorientasi, sebagai akibat dari perjalanan orientasi. Baik sesuai harapan, maupun melenceng dari tujuan. Lima tahun pertama perjalanan Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan, sejak 1 Maret 2010, bermarkas di Letta. Di rumah pengetahuan ini, fondasi gerakan literasi disetel. Semacam laboratorium gerakan, ada eksplorasi intelektual-spiritual, dikontekskan lewat uji coba program. Akumulasi selama lima tahun, menjadi pelabur Boetta Ilmoe menapaki gerakan selanjutnya, seiring dengan pindahnya markas ke Lamalaka.

Baca Selengkapnya
Read More