Literasi

EdukasiLiterasi

Wahai Politisi: Mari Berenang dalam Semesta Literasi

Kiwari, Sri Rahmi, lebih akrab disapa Bunda Rahmi, seorang politisi kelahiran Bantaeng, telah tiba di bukunya yang ke-8, Merakit Literasi Politik dan Politik literasi, per Desember 2023. Satu simpai pencapaian langka bagi seorang politisi. Sebentuk tindakan literasi, mencerminkan kelantipan seorang politisi perempuan. Dalam semesta literasi, paling tidak ada dua daya tariknya. Pertama, manakala seorang politisi menulis buku, apatah lagi sudah sampai delapan judul, menggambarkan sosok politisi bukan kaleng-kaleng.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengEdukasiInovasiLiterasi

Literasi Digital untuk Penguatan Desa

Pemakaian media digital dan penggunaan media sosial, oleh masyarakat maupun pemerintah desa, masih kurang dimanfaatkan. Padahal, sangat memengaruhi keseharian masyarakat, sekaligus sebagai sarana dalam penyampaian berbagai informasi penting mengenai program dan juga potensi desa. Begitupun banyaknya informasi yang beredar, terutama penyebaran hoaks. Jika tidak dibarengi dengan kemampuan menyaring informasi positif, maka bisa menjadi media penyebaran propaganda negatif, dapat menyesatkan masyarakat.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengEdukasiLiterasi

Gen Z  Mengintip RPJPD Bantaeng 2025-2045

Teramat banyak hajatan bertajuk dialog akhir tahun 2023 menyata di Bantaeng. Salah satunya, digelar oleh Teras Baca Lembang-Lembang. Satu komunitas literasi, asuhan Dion Syaef Saen, pentolan komunitas seni budaya, KOMPLEN (Komunitas Pakampong Tulen) Bantaeng. Disokong oleh pegiatnya, menamakan diri kelompok kerja TAGLERAAR, akronim dari Tetangga Andalan Gue. Adapun Leraar dari bahasa Belanda, bermakna Pengajar. Mereka masih anak sekolahan, usia belasan tahun, setara pelajar SMA. Dalam katagori KPU, mereka serupa pemilih pemula.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengEdukasiLiterasi

Normalisasi Korupsi? Katakan Tidak!

Baskara baru saja tergelincir dari puncak teriknya. Pukul 12.30 WITA lebih. Seorang panitia penyelenggara lomba pidato, menghangatkan kembali ingatan saya, tentang mandat saya selaku dewan juri, di helatan lomba puisi dan pidato, jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bantaeng, dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA). Persisnya, Senin, 18 Desember 2023, bertempat di Kantor Inspektorat Bantaeng. Tema hajatan, “Sinergi Berantas Korupsi untuk Indonesia”.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengLiterasi

Meraba Bantaeng Hingga 2045

Perjalanan panjang peradaban umat manusia, secara berkelompok dalam bentuk entitas sosial, baik berpola trdisional maupun moderen, selalu melakukan nubuat buat meraba masa depannya. Masyarakat Nusantara di era modern, menemukan bentuk struktur sosial pemerintahannya, berbentuk Republik Indonesia, berjenjang skala nasional (pusat), regional (provinsi), dan lokal (kabupaten/kota).

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengBudayaLiterasi

Kala Molit Mengenang Sang Ayah

Bila tak keberatan, aku ajak untuk mengeja kembali esaiku di Bonthaina.com, berjudul “Nirwan Menuju Nirwana”. Namun, cukup penggalan paragraf ini, sebagai pemantik ingatan, “Maret 2023, tepat di bulan suci Ramadan, ia melamarku dengan mahar sejumlah dana buat melahirkan satu jenis kendaraan pustaka bergerak. Nirwan selaku pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) menggandeng Boetta Ilmoe (BI) ke pelaminan. Kami merayakan secara sederhana perkawinan ala komunitas literasi. Dari perkawinan kami, lahirlah Motor Literasi (Molit) Peradaban. Dan, itulah kamu.”

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengDaeng Litere'Jurnalisme WargaKarebaLiterasi

Makrifat Literasi

Telah jadi pengetahuan umum, para pejalan spiritual, menempuh perjalanannya dengan menegakkan syariat terlebih dahulu, meningkat ke tarekat, lalu mencapai hakikat, hingga tiba di puncak pencapaian: makrifat. Pucuk puncak pencapaian, merupakan akumulasi, tingkat demi tingkat, sehingga tiba pada keyakinan yang kuat pada Sang Mahakuasa.

Baca Selengkapnya
Read More
BantaengDaeng Litere'EdukasiInovasiLiterasi

Dari Anak Literasi ke Literasi Anak

Sekaum anak mengecoh penghadir. Pasalnya, anak-anak belasan tahun memanggungkan beberapa penggalan lakon perjalanan aktivitas mereka dalam bentuk teaterikal. Antara suara dan gerak bibir padu padan, silih berganti dipertunjukkan. Saya baru sadar, ketika benar-benar mereka terjeda beberapa detik, akibat perpindahan gaya bertutur lipsync, beralih dialog dengan host. Ah, rupanya anak-anak remaja itu sementara mementaskan teater musikal.

Baca Selengkapnya
Read More