BantaengBudayaDaeng Litere'EdukasiFigurJurnalisme WargaNewsTrending News

Inspirasi Perempuan: BPD Perkasa Bantaeng

Oleh: Nursyamsi Basir

Woman talk woman…

Woman support woman…

Woman Empowerment…

Begitulah kalimat-kalimat ini digaungkan, baik dalam acara talk show di televisi, media cetak, maupun dalam media sosial. Sudah banyak buku yang mengurai tentang keistimewaan perempuan. Ada yang bercerita dari sudut pandang Islam, karier perempuan, kepemimpinan perempuan, politik perempuan, dan masih banyak lagi dari sudut pandang yang berbeda-beda.

    Perempuan harus diberi peluang seluas-luasnya untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat, ekonomi, dan negara. Karena sejatinya, peran perempuan tidak hanya membangun diri dan keluarganya, tetapi juga membangun masyarakat dan negara. Negara akan kuat, jika ada perempuan kuat di dalamnya.

    Gerakan-gerakan kesetaraan gender makin moncer ke permukaan, zaman yang menuntut kita untuk kreatif dan inovatif, tak menyurutkan semangat perempuan untuk ikut andil dalam pembangunan negeri. Sudah seharusnya perempuan memiliki self-worth, kepercayaan diri dan kebebasan untuk membuat pilihan sendiri.

    Pada sebuah daerah kecil bernama Kabupaten Bantaeng, yang berada di wilayah selatan Provinsi Sulawesi Selatan, gerakan perempuan semakin menyata. Belum lama ini, terbentuk sebuah lembaga perempuan, bernama BPD Perkasa (Badan Permusyawaratan Desa Perempuan Kawal Desa) beranggotakan semua BPD perempuan di Kabupaten Bantaeng.

    Berdasarkan piagam pendirian dan berita acara, BPD Perkasa dibentuk pada Rabu, 17 November 2021 di Hotel Ahriani, dihadiri oleh direktur Bhontain Institute dan fasilitator Yasmib Sulawesi. Lembaga ini telah dikukuhkan pada Kamis, 12 Mei 2022 oleh Bupati Bantaeng di Balai Kartini, dihadiri oleh wakil bupati, ketua DPRD, unsur forkopimda, kepala dinas PMD, PP/PA, kepala dinas pariwisata, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, ketua KPU, camat, ketua APDESI dan beberapa kepala desa, fasilitator Yasmib Sulawesi, serta pimpinan instansi dan lembaga lainnya.

    Bupati Bantaeng, Dr. H. Ilham Syah Azikin, M.Si. berpesan kepada pengurus “Tetap bekerja, berbuat hal baik. Saya sangat yakin, potensi yang ada ini dapat menghadirkan penguatan terhadap kelembagaan di desa” ujarnya. Lebih lanjut, ketua FKBPD Bantaeng, Arifuddin, S.Pd., M.M. mengatakan, “BPD Perkasa adalah bagian dari FKBPD, mendampingi BPD laki-laki menjaga marwah pemerintah desa dan menjadi bagian dari pembangunan di Bantaeng.”

    Badan Permusyawaratan Desa Kabupaten Bantaeng beranggotakan 356 orang, di antaranya ada 114 orang perempuan, 242 orang laki-laki, sehingga mencapai 48% partisipasi perempuan dalam komposisi BPD Kabupaten Bantaeng. Tentu ada harapan besar ke depannya, ada inovasi yang lahir dari rahim BPD Perkasa, mengingat ini merupakan lembaga BPD perempuan pertama di Indonesia.  

    Berdasarkan hasil musyawarah, terpilih Hartuti selaku ketua, Nursyamsi B., S.P. selaku wakil ketua, Warni Indraswati, S.Pd. selaku sekretaris, dan Sitti Rahmawati, SI. Pust. selaku bendahara dan 8 orang koordinator kecamatan untuk 8 kecamatan di Kabupaten Bantaeng.  

    Lahirnya lembaga ini bertujuan untuk menghimpun anggota BPD perempuan yang ada di Kabupaten Bantaeng, agar mampu bekerjasama guna peningkatan peran dan fungsi, sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi BPD perempuan untuk berdaya. Sederhananya, saling support dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi di desa masing-masing, serta mematahkan stigma, keberadaan perempuan dalam struktur BPD hanya menjadi pengisi kuota perempuan.

    Setelah resmi dikukuhkan, pengurus mulai bergerak, mencari sekretariat, mendesain logo, membuat stempel dan persiapan lainnya sesuai yang termaktub dalam AD/ART milik lembaga ini. Program kerja pun disusun dalam matriks perencanaan.

    Keberadaan lembaga ini disambut baik, oleh pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat. Pada Forum Inspirasi Nasional bertajuk kolaborasi untuk Indonesia di Jakarta (Maret lalu), ketua BPD Perkasa diundang sebagai narasumber bersama dengan para pemangku kebijakan, kepala daerah, inovator, untuk berbagi pembelajaran serta praktik baik untuk menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia. Bersama dengan Bappenas, kementerian keuangan, kementerian dalam negeri dan kementerian desa, pembagunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. Acara ini pun dihadiri oleh beberapa BPD Perkasa via Zoom dan YouTube. 

    Jika pemerintah pusat saja mengapresiasi keberadaan BPD Perkasa, apatah lagi di Kabupaten Bantaeng itu sendiri. Pada sebuah Dialog Keperempuanan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB), ketua BPD Perkasa menjadi salah satu narasumbernya.

    Lembaga ini menjalankan program kerjanya dengan sharing pembelajaran tentang pelaksanaan perencanaan di desa. Baik itu agenda rapat persiapan perencanaan, rapat evaluasi kinerja, serta beberapa bimbingan teknis untuk peningkatan kapasitas. Kegiatan-kegiatan lain di antaranya, kampanye hak anak di  Desa Bonto Tiro dan khusus pengurus inti, menghadiri kegiatan musdes atau musrenbang desa secara random pada 46 desa di Kabupaten Bantaeng.

    Di akhir tahun 2021, BPD Perkasa melaksanakan kegiatan evaluasi kinerja untuk 8 kecamatan di Kabupaten Bantaeng. Teknisnya, pengurus inti mobile ke beberapa lokasi untuk menjangkau seluruh BPD perempuan, agar lebih memudahkan mereka menghadiri kegiatan ini. Karena tentunya, seperti apa pergerakan untuk tahun 2022, itu berdasarkan hasil evaluasi tahun 2021.

    Evaluasi pertama terselenggara di Permandian Air Terjun Bissappu, diperuntukkan untuk Kecamatan Bissappu, Sinoa, dan Uluere. Kedua, di Permandian Eremerasa, diperuntukkan untuk Kecamatan Eremerasa, Gantarangkeke, dan Bantaeng. Ketiga, di Pantai Marina, diperuntukkan untuk Kecamatan Pa’jukukang dan Tompobulu. Kegiatan evaluasi ini dirancang dengan konsep outdoor sehingga kawan-kawan yang hadir bisa sambil refreshing setelah evaluasi selesai, jadi tak mengurangi esensi dari evaluasi kinerja itu sendiri.

    Selain refreshing, BPD Perkasa sekaligus memperkenalkan objek wisata alam Kabupaten Bantaeng, karena kegiatan ini diunggah ke media sosial BPD Perkasa dan media sosial masing-masing BPD yang hadir. Kegiatan evaluasi akan terus dilaksanakan untuk tahun-tahun berikutnya di setiap akhir tahun, dan akan dilaksanakan setiap sekali dalam 4 bulan ataupun pada waktu tertentu sesuai kondisi kekinian. 

    Setiap agenda apa pun, selalu ada waktu diselipkan untuk saling sharing, setiap orang diharapkan untuk berbicara, baik tentang kemajuan proses perencanaan pembangunan di desa atau kendala apa saja yang dihadapi dalam menjalankan tupoksi. Sehingga secara tidak langsung, melatih public speaking setiap anggota. Hal kecil ini bertujuan, setelah ini setiap anggota BPD perempuan, mampu berbicara dan memperjuangkan hak-haknya, bahkan mampu menjadi penentu kebijakan. Karena setiap anggota BPD adalah komisioner yang memiliki hak sama dalam menentukan kebijakan di desa.

    Praktik-praktik baik telah dilaksanakan oleh BPD Perkasa dalam menjalankan tupoksi masing-masing di desa, menjadi sebuah catatan perubahan kebaikan, yang selayaknya selalu disupport dan diberikan ruang untuk terus berinovasi. Karena untuk menjadi srikandi di desa masing-masing, dibutuhkan perjuangan tak pernah henti. Saat ini, BPD Perkasa Kabupaten Bantaeng telah direplikasi oleh 2 kabupaten di pulau Jawa, yaitu Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. 

    Perempuan maju dan berdaya, tak banyak gaya tapi berkarya, karena ingin jaya tak mau terpedaya, meski masalah bergerilya tetap percaya, di negaranya jadi cahaya. BPD perempuan membangun desa, dari Bantaeng untuk Indonesia.

Nursyamsi Basir, biasa dipanggil Ancy. Tinggal di Morowa. Seorang ibu rumah tangga dan Ketua BPD Bonto Mate’ne.

Ahmad Ismail

Fotografer-Videografer/Jurnalis Lepas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *