News

K.H. Arifuddin: Keutamaan Berzikir

Bantaeng, Bonthaina – K.H. Arifuddin, Lc mengatakan bahwa Allah SWT menyukai amalan yang rutin, salah satunya ialah berzikir. Zikir dapat dilakukan kapan saja, bisa dengan suara lirih, dalam hati, ataupun dengan suara keras. Tergantung dari suasana hati dan kondisi setempat. Demikian pula dapat dengan memejamkan mata ataupun dengan mata terbuka.

“Dengan berzikir berarti kita mengingat dan menyebut Allah melalui kalimat tayyibah,” kata dia dalam kajian rutin setiap hari Rabu yang dilaksanakan Majelis Taklim dan Jamaah Masjid Besar Roudatul Muflihin Banyorang. Rabu, (21/9/2022).

Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian kutunjukkan amal terbaik, terbersih di sisi Tuhan kalian, tertinggi derajatnya, serta lebih baik daripada infak dengan emas dan perak, bahkan lebih baik daripada bertemu musuh (dalam jihad) lalu kalian dan mereka saling menebas leher? Para sahabat menjawab, “Tentu mau.” Beliau bersabda, ‘Dzikrullah (zikir kepada Allah).”

(HR. Tirmidzi no. 3377, Ibnu Majah no. 3790).

“Hadis diatas menunjukkan bahwa zikir lebih utama dari semua amalan sunah lainnya termasuk berperang di jalan Allah. Namun, zikir seperti apa yang lebih utama dari jihad,” tanya ustad Arifuddin kepada jamaah yang hadir.

Sebagaimana dalam hadis Mu’adz yang menceritakan:

“Sesungguhnya akhir percakapanku dengan Rasulullah adalah ketika aku bertanya, “Ya Rasulullah, amal apakah yang paling disukai Allah?” beliau menjawab, “Engkau mati dan lidahmu masih saja basah karena berzikir kepada-Nya.”

(HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir, Ibnu Hibban no. 818 dan Ibnu Abi Ad-Dunya)

Selain itu, ustad Arifuddin juga menjelaskan beberapa hadis tentang keutamaan berzikir, diantaranya:

1. Ampunan dan pahala besar

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

(QS. Al-Azhab Ayat 35)

2. Membuat hati tenang

Allah berfirman dalam Quran surat Ar-Ra’d ayat 28 : yang artinya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

3. Menyelamatkan dari kezaliman

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 41-43 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”

4. Allah melepaskan hukuman dan teguranNya

Allah melepaskan hukuman dan teguran-Nya. Masih ingatkah kita dengan kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam yang Allah tegur dengan dibuangnya belia ke laut dan dimakan ikan besar serta tingga di perut ikan, karena telah meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah, padahal Allah belum memerintahkan demikian. Allah mengabadikan kisah nabi-Nya yang mulia ini dalam firman-Nya dalam surat Ash-Shaffaat ayat 142-144 yang artinya:

“Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Firman-Nya lagi, yang artinya:

“an (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

Diakhir kajiannya ustad Arifuddin mengajak seluruh jamaah untuk berdoa seperti doa Nabi Yunus ketika merasa pernah melakukan kesalahan atau menzalimi diri sendiri. (Sahar)

Ahmad Ismail

Fotografer-Videografer/Jurnalis Lepas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *