News

Kilas Balik Lahirnya BPD Perkasa

Oleh: Nursyamsi Basir

Bantaeng dalam perjalanan waktu, telah banyak mengalami metamorfosa. Perubahan itu sangat signifikan, positif dan akseleratif pada segmen pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia. Merujuk pada Harian Rakyat Sulsel.co (Jum’at, 29 Juli 2022) dalam headline news “Bantaeng Rangking Satu Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Tiga Tahun Berturut-turut”. Redaksi berita tersebut menyebutkan data IDG Bantaeng dapat berperan secara aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik. Data tersebut menyoroti kegiatan perempuan yang rata-rata bekerja, baik di birokrasi pemerintahan maupun swasta. Kontribusi perempuan di bidang politik pun dituntut wajib berkiprah. Sebagaimana perlindungan hukum, UU hak asasi manusia dan penyelenggara negara, hadir dalam mendorong pengembangan aktualisasi potensi demi terwujudnya keadilan bagi perempuan. Upaya pemerintah membukakan ruang gerak perempuan dalam dimensi politik pun diberikan kedaulatan penuh. Salah satunya pada level terkecil yaitu Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam Permendagri dan UU Desa, tercantum jelas mewajibkan perempuan untuk mengisi keanggotaan BPD. Keanggotaan BPD perempuan nyatanya tak selaras dengan terwujudnya cita-cita ideal di lingkup pembangunan desa. Seharusnya, kolaborasi bersama pemerintah desa dalam mengatasi persoalan-persoalan di desa bisa terbangun, tapi malah tak berjalan optimal, problemnya BPD perempuan ternyata tidak berkontribusi aktif, minimnya kesadaran akan tanggung jawab moril, atau belum memiliki kapasitas beroganisasi sehingga kemampuan leadership sangat lemah. Sebuah terobosan baru (lagi) Bantaeng melahirkan lembaga BPD Perkasa. Perkasa adalah akronim dari Perempuan Kawal Desa, beranggotakan 114 orang dari semua BPD perempuan se-Kabupaten Bantaeng. Lembaga ini, merupakan lembaga BPD pertama di Bantaeng bahkan di Indonesia. Berangkat dari keresahan, tentang masih banyaknya perempuan dalam struktur BPD yang belum mampu menjalankan tupoksi. Beberapa hal menjadi dasar, kenapa kemudian BPD Perkasa ada saat ini. Pertama, menggugah kesadaran BPD perempuan akan amanah secara konstitusi. Bukan hanya tupoksi di desa secara formal. Namun, didorong pesan Undang Undang, sebagaimana yang termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 8 ayat 1,2,3 mendeskripsikan bahwa perempuan memiliki hak secara politik dan hukum, serta memiliki hak berpartisipasi dalam keanggotaan BPD, yang harus dengan kesadaran menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan perempuan. Kedua, didorong keresahan tentang masih adanya BPD perempuan yang belum mampu mengembangkan potensinya secara intelektual, dan masih dianggap minoritas tinimbang laki-laki. Kerap kali, budaya patriarki masih melekat dan hanya sedikit terkikis di tengah maraknya gerakan kesetaraan gender. Kuota perempuan acap kali “Asal terisi” menjadi tugas bersama untuk dipatahkan. Akibatnya, tak diikutkan dalam pengambilan keputusan, yang bisa menyebabkan semua usulan perempuan dikesampingkan. Padahal tidak hanya memiliki kewajiban, tapi BPD perempuan memiliki hak suara dan hak berpendapat sama dengan BPD laki-laki. Ketiga, menghimpun perempuan yang terlibat dalam BPD untuk peningkatan peran dan fungsi. Serta menjadi wadah sharing dan silaturahmi sesama anggota BPD perempuan se-Kabupaten Bantaeng. Karena terkadang, dukungan sesama perempuan bisa menjadi bahan bakar yang mampu mendorong semangat belajar yang lebih, ada ruang tersendiri yang begitu istimewa jika dukungan itu berasal dari sesama kaum hawa. Salah satu program kerja lembaga ini adalah Road Show Pembelajaran, yang bisa dimanfaatkan untuk saling sharing, silaturahmi, tak jarang menjadi ajang curhat. Karena setiap desa memiliki potensi dan masalah yang berbeda-beda, saling memberi masukan dan solusi demi melaksanakan tugas dengan baik. Muaranya adalah berperan aktifnya BPD perempuan dalam pembangunan di desa pada khususnya, Bantaeng pada umumnya. Berkumpul berbagi cerita, bersenda gurau, hingga ber-swafoto menjadi bagian yang tidak terlepas saat bersama-sama menghadiri kegiatan. Kurang aktifnya BPD Perempuan di desa disebabkan berbagai faktor, sangat kurang etis jika hanya melihat satu sisi, sementara sisi lain bisa saja karena tak ada kesadaran dari diri sendiri untuk menjalankan tupoksi. Olehnya itu, dengan kebersamaan yang terjalin dalam lembaga ini, semoga mampu membakar semangat kawan-kawan Perkasa untuk bangkit dan aktif. Seperti peribahasa “Tak semudah membalikkan telapak tangan” lembaga ini pun tak serta merta bisa menyulap kinerja seorang BPD perempuan, tapi bagaimana setiap anggota berproses untuk belajar bersama, berproses membawa perubahan yang baik dalam perencanaan pembangunan di desa, dan berproses untuk kinerja yang lebih baik. Sedikit demi sedikit, gerakan kecil akan membuahkan hasil setinggi bukit, dengan adanya konsistensi untuk menjaga eksistensi. Meminjam jargon kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi “Indonesia terang dari lilin-lilin kecil di desa.” Jadi gerakan-gerakan kecil, bergandengan dengan lembaga atau organisasi lain yang mengangkat isu-isu perempuan, insyaallah akan membuahkan hasil yang lebih baik. Tak dapat dimungkiri, beberapa program kerja BPD Perkasa terlaksana karena adanya kolaborasi, ilmu menjemput bola seperti ini pun diajarkan supaya bisa lebih aktif dan lebih kreatif. Bukankah inovasi lahir dari sebuah kreativitas ? Seperti ungkapan Marissa Mayer, eks CEO Yahoo asal Amerika serikat, ketika kamu perlu berinovasi, kamu membutuhkan kolaborasi. Lebih lanjut Reid Hoffman, seorang pengusaha internet dan penulis Amerika Serikat mengatakan, tidak peduli seberapa brilian pikiran atau strategimu, jika kamu bermain solo, kamu akan selalu kalah dari tim. Ya, saya setuju akan hal itu, rasanya semua orang pasti setuju. Lihat saja sekeliling kita, angin, lebah, dan bunga pun bekerja sama untuk menyebarkan serbuk sari. Bagaimanapun, kolaborasi adalah kunci utama. Kita tak bisa bergerak sendiri, namanya juga makhluk sosial. Saling mengisi, saling melengkapi, saling memberi dan menerima adalah mantra paling ampuh seorang atau sekelompok orang yang ingin sukses. Semangat untuk kawan-kawan BPD Perkasa, jadilah srikandi di desa masing-masing dalam mengawal aspirasi kelompok rentan, sampai tertuang dalam rencana kerja pemerintah desa, dan diakomodir dalam penganggaran pembagunan desa. Salam Perkasa.






Ahmad Ismail

Fotografer-Videografer/Jurnalis Lepas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *