BantaengEdukasiLiterasiNewsTrending News

Literasi dan Numerasi: Jalan Generasi Menuju Society 5.0

Bantaeng, Bonthaina – Dalam laporan penutupan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru Kelas Awal dan Kepala Sekolah dalam pembelajaran Literasi dan Numerasi pada Minggu, 1 Oktober kemarin, Hendra Saltra sedikit menggambarkan bagaimana literasi dan numerasi mengantar perjalanan generasi menuju society 5.0. Pernyataan Hendra Saltra dalam laporannya disambut tepuk tangan oleh seluruh peserta.

“Literasi dan numerasi adalah hal yang umum dan sangat universal. Literasi dan numerasi bisa ada di semua pelajaran, bahkan di kehidupan sehari-hari,” tutur Hendra Saltra.

“Sekarang kita berada di era industri 4.0 dan sedang menuju 5.0. Nah, ini menjadi tanggungjawab bersama, bagaimana menyiapkannya generasi kita menuju era tersebut dengan literasi dan numerasi,” kata Hendra.

Hendra Saltra merupakan koordinator program LemINA Sulawesi Selatan. Sebuah lembaga mitra yang bergerak di bidang peningkatan kualitas ibu dan anak dan menjalankan program kerjasama antara Yayasan LemINA, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng, dan Unicef atas dukungan pemerintah jepang.

Program ini tidak hanya sebatas menginisiasi peningkatan kapasitas melalui pelatihan, tetapi juga akan melakukan pendampingan berkelanjutan sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan anak-anak di Kabupaten Bantaeng.

“Kalau RTL itu, rencana tidak lanjut, biasanya. Tapi kita RHL, rencana harus lanjut. Setelah kick of, nantinya akan ada pendampingan fasilitator yang sudah diinfokan sebelumnya hingga bulan maret 2023,” jelas koordinator program ini.

Hendra Saltra juga mengungkapkan, dalam perjalanan kegiatan kita ini, akan banyak lagi kegiatan yang akan kita jalankan bersama.

“Info ini sudah kita sampaikan dari jauh-jauh hari bahwasanya bukan bersifat sementara atau satu kali selesai. Kita akan sama-sama mengupayakan apa yang sudah kita lakukan betul-betul terimplementasi,” ungkapnya.

“Terima kasih banyak untuk Pemerintah Kabupaten Bantaeng, utamanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tutup Hendra Saltra.

Ahmad Ismail

Fotografer-Videografer/Jurnalis Lepas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *