IPTEKNews

Memantik Makna Aksi & Advokasi

Forum dialektis kembali digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pengurus Cabang Bantaeng (PMII PC Bantaeng) berkolaborasi dengan PMII PC Jeneponto dengan balut Pelatihan Aksi & Advokasi. Adapun pada kegiatan tersebut mengusung tema “Memantik Kesadaran Persahabatan, Bangkitlah Gerakan”, dilaksanakan di ruang rapat Komite Nasional Pemuda Indonesia DPD Kabupaten Bantaeng pada Sabtu, 28 Januari 2023.

Terdapat dua narasumber yang turut hadir dalam penyajian ceramah pengetahuan tersebut yakni Ahmad Pasallo (Sekum PMII PC Bantaeng periode 2010–2011) & Irham  (Ketum PMII PC Bantaeng periode 2016–2017). Masing-masing keduanya membawakan sesi materi yang berbeda.

Bondan (sapaan Irham) memulai sesi awal dengan penyajian materi aksi. Menurutnya aksi adalah upaya untuk melakukan penetrasi kepada pemerintah untuk mengubah aturan yang membebani rakyat. Tentu bukan hanya sekedar formalitas saja namun juga menuntaskan semua tahapannya.

“Gerakan itu harus menembak tetap ke sasaran, namun penting juga memahami tahapannya, yaitu  mulai brainstorming, pembahasan isu, penetapan isu, persiapan perangkat aksi, evaluasi dan follow up” ungkapnya.

Pelatihan Aksi dan Advokasi PMII Bantaeng, 28 Januari 2023

Sesi selanjutnya, giliran Ampal (sapaan Ahmad Pasallo) yang meretas arti dari sebuah advokasi. Dia menjelaskan bahwa advokasi dapat ditinjau melalui pandangan Mansour Faqih, bahwa gerakan yang dilakukan atas pemenuhan hak–hak kemanusiaan tidak hanya dilakukan dengan tindakan represif.

“Gerakan yang diperjuangkan harusnya memenuhi hak–hak orang tertindas guna mencapai perubahan. Adapun jika harus turun ke jalan, maka itu adalah langkah akhir ketika deadlock terjadi. Masih ada jalan lain sebelum aksi unjuk rasa, salah satunya dengan melakukan advokasi” ucapnya.

Lebih lanjut, Ampal mengutip Roem Topatimasang bahwa terdapat tiga tahapan untuk melakukan gerakan yaitu melalui Yuridiksi, Politis serta Sosialisasi & Mobilisasi.

“Kita harus kritis juga dalam menanggapi suatu kondisi. Bagi Roem, ada tiga tahapan dari gerakan itu. Pertama, Yuridiksi yaitu memahami setiap regulasi yang ada. Kedua, Politis yaitu memahami makna sebuah kepentingan, dan yang ketiga Sosialisasi & Mobilisasi, yaitu memberikan pemahaman terkait kondisi yang sedang terjadi” tambahnya.

Risal Soefrianto selaku Ketua Umum PMII PC Bantaeng memberikan tanggapannya bahwa dari pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengeksplorasi pengetahuannya secara kritis.

“Kami mengingatkan kepada para peserta agar terus meningkatkan kapasitas intelektual dan jiwa kritis dalam berorganisasi, sehingga kedepannya dapat memberikan sumbangsih terbaik dalam kemajuan bangsa” tutup Risal.

Kegiatan yang berlansung lebih kurang empat jam tersebut, juga dihadiri oleh 25 kader yang berada dilingkup struktur PMII PC Bantaeng & Jeneponto. (al)

Alif Tawaqal

Freelancer Infinity Interaksi_Art Creative Studio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *