FigurOlahragaTrending News

Mengenal Irfan Jaya, Pahlawan Timnas Indonesia Asal Bantaeng

Irfan Jaya adalah pesepakbola asal Bantaeng yang menjadi pahlawan bagi Timnas Indonesia pada ajang AFF Suzuki Cup 2020. Bagaimana sosok dan perjuangannya dari nol hingga menjadi andalan Timnas Indonesia saat ini? Simak yah..

Pemain kelahiran Bantaeng ini menjadi pahlawan bagi kemenangan Timnas vs Malaysia dalam laga pamungkas Grup B Suzuki AFF Cup 2020. Dua gol Irfan Jaya pada menit ke 36 dan 43 berhasil membalikkan ketertinggalan Timnas yang kebobolan terlebih dahulu pada menit ke 13. Indonesia berhasil mengunci kemenangan dengan skor 4-1 setelah Arhan Pratama dan Elkan Baggot melesakkan gol masing-masing pada menit ke 50 dan 82.

Laga ini adalah pertandingan yang menentukan tim yang akan lolos ke babak semifinal. Tim Harimau Malaya membutuhkan kemenangan, di sisi lain Pasukan Garuda mengejar kemenangan demi memastikan satu tiket di tangan meski hasil seri pun cukup untuk membawa ke babak berikutnya.

Pada laga sebelumnya, Irfan Jaya terpilih sebagai Man of The Match saat Indonesia bersua Laos. Pada pertandingan itu Irfan Jaya menyumbangkan satu gold an satu assist dalam kemenangan Indonesia atas Laos dengan skor 5-1. Meski terpilih sebagai Man of The Match, Irfan Jaya tetap rendah hati dan menyebutkan bahwa kemenangan besar itu adalah buah kerja keras dari rekan-rekannya.

“Mungkin, saya rasa bukan hanya saya yang terbaik, semua teman-teman terbaik. Senang hari ini bisa meraih kemenangan, kemenangan ini penting untuk laga selanjutnya,” ucap Irfan Jaya dalam konferensi pers usai laga berakhir.

Pahlawan Timnas Indonesia Asal Bantaeng

Pemain yang bernama lengkap Irfan Samaling Kumi ini lahir di Bantaeng 25 tahun lalu, tepatnya 1 Mei 1996. Sejak kecil, ia sudah bercita-cita untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Namun, kedua orang tuanya tidak memberi restu pada anak bungsu dari 4 bersaudara ini untuk bermain bola. Meski ditentang oleh kedua orangtuanya, ia tetap bersikeras untuk menjadi pemain sepak bola professional.

Melihat kemauan keras Irfan, kakak nomer tiganya memberi sepatu bola dan bola untuknya. Bagi Irfan kecil, mempunyai sepatu bola dan bola sepak menjadi bekal lengkapnya untuk terus mengasah kemampuannya. Melihat kecintaan Irfan pada sepakbola begitu besar, orangtuanya kemudian memasukkan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Sinoa Bantaeng. di SSB Sinoa, ia mulai mengembangkan bakat yang ia miliki dengan bermain sepak bola di lapangan depan rumahnya.

Pada tahun 2014, Irfan membawa Persiban Bantaeng menjuarai Porda Sulsel 2014 setelah mengalahkan PSM Makassar di babak final. Dalam event itu Irfan Jaya terpilih sebagai pemain terbaik Porda Sulsel 2014. Prestasi gemilang Irfan Jaya berlanjut saat menjadi pencetak gol terbanyak pada Sulsel Soccer League 2016.

Irfan Jaya bersama Tim Persiban Bantaeng pada Porda (Pekan Olahraga Nasional) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2014. Foto Pemkab Bantaeng

Abaikan PSM Makassar dan Memilih Persebaya Surabaya

Penampilan impresif Irfan membuat pemandu bakat PSM Makassar meliriknya. Ia pun bergabung dipanggil menjalani seleksi dan berhasil lolos memperkuat PSM Makassar junior persiapan TSC U-21.

Pada 2016 Irfan Jaya tampil gemilang bersama PSM U-21 di Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21. Ia berhasil menjadi top skor dengan 14 gol. Alhasil menjelang Liga 1 2017, ia mendapatkan panggilan untuk berlatih bersama tim senior PSM.

“Saya sempat ikut latihan satu hari di Stadion Mattoangin. Pada saat itu ada pengumuman (skuat PSM) besoknya berangkat ke Bali  untuk TC (training camp). Waktu itu nama saya tak dimasukkan ke situ (daftar pemain ke Bali),” kata Irfan di channel Youtube Hamka Hamzah, Hamka Story 23. Robert Rene Albert (pelatih PSM kala itu) meminta Irfan menunggu di Makassar saja. Rencananya, Robert akan mengajak Irfan bergabung setelah TC di Bali itu.

Saat kembali ke rumahnya di Bantaeng, Sulawesi Selatan, untuk menunggu PSM kembali dari TC, Persebaya yang ketika itu berkompetisi di Liga 2 mengajukan tawaran pada Irfan. Dia pun akhirnya dia lebih memilih tawaran untuk bergabung masuk Persebaya meski bermain di Liga 2.

“Di situ saya sempat bingung. Apakah menunggu PSM balik atau saya ke Persebaya. Saya akhirnya minta restu ke orang tua dan istri. Mereka mendukung saya ke Persebaya. Saya pun berpikir tak apa-apa bermain di Liga 2 yang penting dapat pengalaman dan jam terbang,” katanya lagi.

Pilihannya ternyata tepat. Di Persebaya, Irfan mendapatkan menit bermain sebagai pemain inti. Kepercayaan tim Bajul Ilo itu berbuah manis.  Pada musim pertamanya, Irfan Jaya mengantarkan Persebaya menjuarai Liga 2 2017/2018 dan promosi ke Liga 1 2018/2019. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Liga 2 2017/2018

Bergabung Dengan Timnas

Tampil apik bersama Persebaya Surabaya, pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap ini kemudian panggilan untuk bergabung dengan skuat Timnas pada tahun 2018. Pemain asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini pertama kali berkesempatan masuk skuad Timnas Indonesia U-22 pada pemusatan latihan Januari 2018 di bawah asuhan pelatih timnas saat itu, Luis Milla.

Setelah itu, secara reguler namanya selalu masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang dipanggil untuk pemusatan latihan. Irfan kemudian melakoni debut bersama skuat Garuda dalam laga uji coba melawan Bali United (31/7/2018).

Sepanjang pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia saat itu, Irfan Jaya mengaku banyak diliputi pesimistis. Statusnya sebagai pemain jebolan Liga 2 membuatnya minder.  Beruntung, Irfan kemudian tampil dalam Asian Games 2018 dan menjadi andalan Timnas Indonesia U-22. Dia selalu diturunkan dalam empat laga dan menyumbang dua gol.

Di tahun yang sama, Irfan sukses menembus Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Sayang, mereka gagal menembus fase gugur di bawah arahan pelatih Bima Sakti setelah sepanjang tahun ditangani oleh Luis Milla.

Namanya sempat tenggelam di musim 2019 saat Tim Merah Putih diarsiteki oleh Simon McMenemy. Padahal, performanya bersama Persebaya Surabaya juga tetap apik selama bersaing di Liga 1 2019. Irfan Jaya selalu menjadi saat berseragam Persebaya sampai musim 2020. Saat pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia. Setelah empat musim, Irfan Jaya memilih berpisah dengan Green Force.

Mantan pemain PSM Makassar U-21 itu memutuskan hijrah ke PSS Sleman di awal 2021. Seperti halnya saat berseragam Persebaya, Irfan Jaya juga langsung jadi pilihan utama di lini depan PSS Sleman. Saking pentingnya peran Irfan Jaya bagi tim, PSS Sleman mendapat ejekan sebagai Irfan Jaya FC dari dari netizen musim ini. Ejekan itu karena memang pemain satu ini terlihat bekerja sangat keras di tim itu.

Usaha itu pun membuahkan hasil hingga Irfan dipanggil Timnas Indonesia untuk tampil di Piala AFF untuk kali kedua. Irfan Jaya selalu tampil dalam pertandingan, bahkan selalu masuk starting eleven. Kemampuannya dalam dribel dan mencari ruang tembak sangat dibutuhkan. Hingga saat ini Irfan sudah mencetak tiga gol dan dua assist dalam AFF Suzuki Cup 2020.

Dari lapangan bola di kampung Sinoa, Irfan Jaya menjelma menjadi pahlawan timnas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *