InovasiKesehatan

SASKIA PD Akan Harumkan Bantaeng di Level Nasional.

Bantaeng – Selangkah lagi inovasi Saskia Peduli Disabilitas (SASKIA PD) akan mengharumkan nama Kabupaten Bantaeng di level Nasional. Saskia Peduli Disabilitas berhasil lolos sebagai finalis Top 99 dan berpeluang lolos Top 45 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Nasional tahun 2022.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin didampingi Kajari Bantaeng, Muhammad Akbar Yahya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Kepala Balai Latihan Kerja Bantaeng (BLK) Ashari Arifuddin, Community Development (COMDEV) PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia, Andi Rezky Darmawan Latippa, dr. Andi Ihsan dan jajarannya, Kepala Puskesmas Baruga, Hj. Nurwahidah, dan Inovator Saskia PD, A. Ulfiyani Wahid serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengikuti presentasi dan wawancara dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2022.

Kompetisi ini diselenggarakan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) untuk mengakselerasi Reformasi Birokrasi melalui Implementasi Transformasi Kelembagaan, Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, dan Transformasi Digital yang diwujudkan dalam inovasi pelayanan publik menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat memaparkan inovasi Saskia Peduli Disabilitas kepada Tim Panelis Independen KIPP 2022 secara virtual di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bantaeng. Selasa, (12/7/2022). (dok. Sano/Humas Pemkab Bantaeng)
  1. Misi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan Sosial

Ilham Azikin memaparkan inovasi Saskia Peduli Disabilitas kepada Tim Panelis Independen KIPP Nasional secara virtual di Mal Pelayanan Publik (MPP), Kabupaten Bantaeng pada Selasa kemarin (12/7/2022).

Ilham Azikin, juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Tim Panelis Independen KIPP Nasional 2022 yang telah memberi ruang untuk memaparkan inovasi Saskia Peduli Disabilitas.

“Ijinkan kami, bersama dengan inovator, para stakeholder, dan teman-teman yang hadir di tempat ini. Tentu yang pertama kami mengucapkan terima kasih atas kehormatan dan perkenan sehingga kami diberikan ruang untuk memaparkan inovasi Saskia Peduli Disabilitas yang diinisiasi oleh Puskesmas Baruga,” ungkapnya.

“Inovasi ini, sekali lagi. Selain lahir karena melihat kondisi faktual dilapangan, tentu ada beberapa hal yang melandasi. Hal-hal yang bersifat regulatif, salah satu diantaranya, adalah pencapaian SDG’s sampai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14 Tahun 2022, dan dengan misi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan pelayanan sosial dasar lainnya adalah landasan akan hadirnya inovasi ini,” sambung Ilham Azikin dalam presentasinya.

  1. Inovasi Saskia Peduli Disabilitas memantik keterlibatan banyak pihak

Menurut Ilham Azikin, inovasi Saskia Peduli Disabilitas adalah pengembangan dari inovasi Bendera Saskia yang masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KemenPANRB tahun 2020 yang direplikasi dan dikembangkan secara spesifik, khususnya di Puskesmas Baruga yang lebih fokus pada penyandang disabilitas. Inovasi ini memantik keterlibatan. Tidak hanya Pemerintah, tetapi seluruh elemen, baik secara vertikal maupun kelembagaan, untuk menjadi bagian penting daripada hadirnya inovasi ini.

“Mulai dari kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), keterlibatan mitra usaha, dukungan dan penguatan dari keluarga, dan tokoh masyarakat, dan yang terakhir dari bapak Kajari Bantaeng, memberikan pelayanan dan konsultasi hukum secara gratis kepada keluarga kita penyandang disabilitas,” tambahnya.

  1. Dukungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk Keberlanjutan inovasi Saskia Peduli Disabilitas

Menurut Ilham Azikin, salah satu aspek yang penting selain kebermanfaatan, adalah keberlanjutan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bantaeng menghadirkan, Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 34 Tahun 2021, tentang replikasi inovasi Bendera Saskia dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14 Tahun 2020, tentang Bantaeng Peduli Kesejahteraan Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas.

“Ini yang menjadi payung regulatif yang kami yakini, bahwa inovasi ini akan senantiasa hadir sampai kapanpun. Karena dia memiliki kebermanfaatan, dan yang paling penting selain kesadaran personal dan kelembagaan. Keterlibatan dan kegotongroyongan, juga menjadi bagian yang senantiasa kami yakini akan menjaga inovasi ini senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat,” jelas Bupati bergelar doktor itu.

  1. Wadah konsultasi inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. Andi Ihsan menambahkan, kami telah membentuk Klinik Inovasi Kesehatan Bantaeng Inspiratif (KLIK BAIK) yang dipimpin langsung, H. Iwan Setiawan selaku inovator Bendera Saskia, untuk mengembangkan seluruh inovasi yang lahir di sektor kesehatan.

“KLIK BAIK didukung oleh Tenaga Ahli (TA) Inovasi, dan tim kreatif. Wadah ini diharapkan menjadi ruang konsultasi bagi para inovator agar setiap inovasinya sustainable,” beber dr. Andi Ihsan kepada media, sesaat setelah presentasi dan wawancara KIPP 2022 selesai.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa bersama TIm Panelis Independen usai kick off meeting TPI KIPP tahun 2022. Rabu (25/5/2022). (dok. Byu/Humas MenPANRB)
  1. Apresiasi Tim Panelis Independen KIPP Nasional 2022 untuk Kabupaten Bantaeng

Tim Panelis Independen KIPP Nasional, Prof. Nurjaman Mochtar mengatakan, inovasi Saskia Peduli Disabilitas sangat berpahala bagi kita semua.

“Teman-teman kita yang tidak beruntung, kita usahakan, kita bantulah bersama-sama,” ucapnya.

Prof. Eko Prasojo, yang juga merupakan bagian dari Tim Panelis Independen KIPP Nasional memberikan apresiasi kepada Kabupaten Bantaeng.

“Pak Bupati, selamat ya. Inovasinya banyak sekali dari Kabupaten Bantaeng. Tadi Pak Ketua juga sudah menyampaikan, sumber inspirasi dan inovasi dari Kabupaten Bantaeng banyak sekali,” kata Prof. Eko.

“Saya rasa dengan menyentuh hati, lebih bagus begitu, kesadaran untuk membantu sesama. Itu lebih bermanfaat,” tutur Prof. JB Kristiadi, Ketua Tim Panelis Independen KIPP Nasional 2022, sambil mengajak para hadirin untuk memberikan tepuk tangan kepada Bupati Bantaeng.

Kesetaraan bagi para penyandang disabilitas tidak bisa diwujudkan oleh pihak tertentu saja sehingga Bupati Bantaeng berupaya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian yang terbangun secara komunal melalui inovasi Saskia Peduli Disabilitas. “Kalau dibutuhkan hal yang bersifat regulatif, kami akan lakukan. Tetapi, kami lebih mengedepankan pada aspek kesadaran dan kepedulian untuk mewujudkan kesetaraan bagi saudara-saudara kami, penyandang disabilitas,” katanya. (AI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *