BudayaGaya HidupWisata

Wisata Budaya Bantaeng Butta Toa

Di Kabupaten Bantaeng ada pesona objek wisata yang sangat menarik yaitu objek wisata budaya Bantaeng sejarah Butta Toa. Objek wisata ini menyajikan wisata alam yang disajikan dengan pemandangan indah dengan nuansa khas sejarah yang melekat pada wisata sejarah. Sembari menikmati keindahan alam kamu bisa belajar sejarah yang lebih dalam mengenai Kabupaten Bantaeng.

Mulai dari wisata rumah adat sampai masjid tua dan gua-gua bersejarah bisa kamu kunjungi dalam wisata budaya Kabupaten Bantaeng. Berikut ini simak tempat-tempat wisata budaya Butta Toa di Bantaeng yang wajib kamu kunjungi jika melakukan wisata budaya ke Kabupaten Bantaeng.

Sejarah Bantaeng yang Terlupakan 1
Rumah Adat Balla Lompoa, salah satu wisata budaya yang wajib dikunjungi di Bantaeng.

1. Rumah Adat Balla Lompoa

Rumah adat ini merupakan tempat tinggal dari raja pada zaman kerajaan masa Butta Toa dahulu. Dulunya rumah adat Balla Lompoa ini di tempati oleh raja Bantaeng pada tahun 1912 sampai 1947 yang bernama Karaeng Pawiloi. Balla Lompoa terletak di Jalan Bolu kampung Ilalang kelurahan tepatnya Kecamatan Bantaeng. 

Rumah adat Balla Lompoa ini bentuknya seperti rumah panggung dengan ciri khas bangunan tambahan samping sebagai serambi rumah. Atapnya mempunyai bentuk segitiga dan ada anjungan dengan kepala naga pada bagian depan ditambah dengan ekor naga pada bagian belakang. Pada Balla Lompoa ini biasanya sering diadakan berbagai upacara adat untuk melestarikan tradisi di Kabupaten Bantaeng selain itu ada sejumlah benda pusaka yang disimpan.

2. Makam Raja-Raja La Tenri Ruwa

Wisata budaya Bantaeng yang kedua yaitu Makam Raja-Raja Latenri Ruwa adalah kompleks makam yang letaknya berada di tengah Kota Bantaeng. Makam raja-raja ini tepatnya berada di Jalan pemuda lingkungan Lembang Cina kelurahan Pallantikang kecamatan Bantaeng jika dari arah kota Makassar hanya berjarak sekitar 130 kilometer saja.

Keunikan yang dimiliki oleh makam raja-raja La Tenri Ruwa ini terdapat banyak pemandangan menarik yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Berbeda dengan zaman dahulu yang merupakan tempat mistis bagi kalangan anak-anak makam bersejarah ini sudah disulap menjadi wisata budaya yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti taman, kolam, kursi taman, Jalan setapak, dan ruang istirahat yang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan.

3. Masjid Tua Tompong

Walaupun merupakan masjid kuno Masjid Tua Tompong dengan ciri khasnya berupa atap tumpang 3 ini sering menjadi objek wisata budaya yang dikunjungi oleh para wisatawan. Masjid Tua Tompong  berada di jalan poros Bantaeng-Makassar Kecamatan Bantaeng. Masjid yang mempunyai bentuk atap unik ini dibangun di area tanah wakaf dengan luas 857 M2. Pada bagian timur masjid ada 4 pilar yang dihiasi dengan arsitek Eropa sementara pada puncak masjid terdapat mustaka yang terbuat dari bahan keramik pada masa dinasti Ming. 

Masjid Tua Tompong, salah satu objek wisata budaya Butta Toa Bantaeng

4. Gua Batu Ejayya

Gua batu Ejayya terletak di Kecamatan Bissappu kelurahan Bonto jaya, posisinya bisa diakses dari pusat Kota Bantaeng selama sekitar 45 menit dengan jarak tempuh 16 km. Bahkan jalanan untuk mengakses Goa ini juga sudah sangat mudah dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Walaupun memang jalan yang sedikit berbatu namun mempunyai pemandangan yang indah dan wajib untuk dikunjungi oleh para wisatawan.

Wisata budaya Bantaeng menjadi salah satu wisata budaya wajib dikunjungi untuk mengenang kembali sejarah awal mula terbentuknya Bantaeng. Sembari mengagumi keindahan peninggalan raja-raja terdahulu yang masih terlihat pada bangunan-bangunan bersejarah yang ditinggalkan. Selain wisata budaya juga bisa membentuk jiwa cinta sejarah dan tanah kelahiran agar sejarah bisa terus dikenang dan dilestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *